Senin, 15 Mei 2017

MEMAHAMI PSIKOLOGI ANAK



A.    Pengertian Psikologi

Kata psikologi berasal dari bahasa Yunani,yaitu psyche dan logos. Psyche berarti atau nafas,karena mahluk hidup yang memiliki roh/nafas. Sedangkan logos berarti ilmu atau pelajaran.[1]

Dalam bahasa Arab,psikologi sering kali disebut dengan “ilmu nafs” yang berarti “ilmu jiwa”. Kata nafs dalam bahasa Arab mengandung arti jiwa,roh,darah,jasad,orang dan diri[2]

B.     Pengertian Psikologi Anak

Psikologi anak adalah bagian dari ilmu psikologi perkembangan yang khusus mempelajari tahap perkembangan anak. Aspek yang dipelajari meliputi aspek pertumbuhan dan kematangan anak dari sisi kognisi,emosi maupun struktur kepribadiannya[3]

C.    Perkembangan Fisik Pada Ahkir Masa Anak-Anak

Tinggi,kenaikan tinggi per yahun adalah 2 sampai 3 inci. Rata-Rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inci dan anak laki-laki57,5 inci
Berat,kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi,berkisar antara 3 dan 5 pon pertahun. Rata – rata aak perempuan sebelas tahun mempunyai berat badan 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon
Gigi,pada permulaan pubertas umumnya seorang anak sudah mempunyai dua puluh gigi tetap. Kempat gigi terahkir yang disebut kebijaksaan muncul saat remaja.[4]

D.    Tugas Perkembangan Masa Anak
Tugas Perkembangan Menurut Hurlock :
1.      Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum dilakukan anak-anak.
2.      Membangun sikap yang sehat mengenal diri sendiri sebagai individu yang sedang tumbuh.[5]
3.      Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya.
4.      Mulai mengembangkan peran sosial pria dan wanita secara tepat
5.      Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk baca,menulis,berhitun
Tugas Perkembangan Menurut Collins :
1.      Aspek Fisik : Meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot,yaitu meningkatan kemampuan beberapa aktivitas dan tugas fisi
2.      Aspek Kognisi : Pada taraf operasional konkret,berfokus pada kejadian saat ini,menambah pengtahuan dan ketrampilan baru,mengembangkan perasaan mampu (self efficacy)
3.      Aspek Sosial : Mencapai bentuk relasi yang tepat dengan keluarga,teman dan lingkungan,mempertahankan harga diri yang sudah dicapai,mampu mengkomprompikan antara tuntunan individualime dengan tuntutan konformitas dan mencapai identitas yang memadai atau adekuat

E.     Perkembangan Emosi
Aspek emosi mengalami perkembangan yang signifikan pada periode anak. Seiring pertambahan usia,kemampuan amak untuk mengenali emosinya sendiri semakin menyadari tentang perasaannya sendiri dan perasaan orang lain[6]
Dari pengalaman amak mengetahui bagaimana anggapan orang lain tentang berbagai bentuk ungkapan emosional. Dalam keinginan berbagai bentuk yang ternyata sosial tidak diterima,anak-anak mulai mengungkapkan amarah dalam bentuk murung menggerutu dan bergai ungkapan kasar.[7]
F.     Perkembangan Sosial
Berdasakan teori Erikson tentang perkembangan psiko-sosial,masa kanak kanak yaitu lanjut,yaitu industry vs inferiority. Pada tahap ini anak-anak ingin memasuki dunia lebih luas hal pengetahuan dan perkejaan[8]
G.    Perkembangan Seksual
Berdasarkan teori Freud tentang perkembangan psiko-sosial,anak-anak pada usia ini masuk ke tahap laten. Tahap ini sering disebut sebagai tahap tenang[9],karena dibandingkan ciri-ciri pada tahap sebelumnya,anak-anak pada periode ini relatif kalem. Saat ini dorongan seksual cendrung ditekan. [10]Anak-anak mengahlikan pikiran mereka pada aktivitas sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

H.    Minat dan Kegiatan Bermain Pada Ahkir Masa Kanak-Kanak

Bermain konsturktif yaitu,Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja,tanpa memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan  yang populer diantara anak-anak yang lebih besar. Menggambar,melukis dan membentuk tanah liat berangsur-angsur. Kurang disenangi dengan berjalannya masa kanak-kanak.[11]
Mengumpulkan sebagai sesuatu bentuk bermain dengan berjalannya masa kanak-kanak. Pada mulanya seperti halnya anak anak yang lebih muda,anak yang lebih besar mengumpulkan setiap hal yang menarik perhatiannya seperti karang,tutup botol,kartu-kartu baseball dan sebagainya. Berangsur-angsur ia lebih selektif,memusatkan barang-barang yang bagus atau berbeda apa yang dikumpulkan teman-teman sebaya nya[12]
Bermain dengan huruf atau bahasa,proses anak memahami,menghubungkan dan mengutarakan pengetahuannya dalam bentuk bahasa yang ekspresif,akan menentukan keterampilan bahasanya. Dengan kebiasaan-kebiasaan dan keterampilan mendengarkan dan berbicara secara santun saat mendengarkan atau berbicara dengan orang lain.[13]
Anak-anak yang lebih besar tidak puas lagi memainkan jenis-jenis permainan yang sederhana dan tidak teridenderensiasi,yang merupakan permainan pada masa awal kanak-kanak[14]. Ia ingin memainkan permainan yang bersifat olahraga seperti sepak bola,bulutangkis dan lain sebagainya. Pada saat anak berusia sepuluh tahun,permainan yang bersifat persaingan,dengan pokok perhatian dan keunggulan tidak semata-mata pada kegembiraan adalah satu permainan kesukaannya.[15]


[1] Mutiah,2012. Psikologi Bermain Anak Usia Dini, Kencana Perdana Media Group:Jakarta, hlm.1
[2] Mutiah,Loc.Cit
[3] Nurhayanti,2008. Psikologi Anak, PT Indeks:Jakarta, hlm.30-31
[4] Hurlock,2015. Psikologi Perkembangan, Erlangga:Jakarta, hlm.149
[5] Nurhayanti,Op.Cit. hlm.50
[6] Nurhayanti,2008. Psikologi Anak, PT Indeks:Jakarta, hlm.42
[7] Hurlock,2015. Psikologi Perkembangan, Erlangga:Jakarta, hlm.154

[8] Nurhayanti,Op.Cit. hlm,44
[9] Nurhayanti,Loc.Cit
[10] Ibid.hlm,45
[11] Hurlock,2015. Psikologi Perkembangan, Erlangga:Jakarta, hlm.160
[12] Hurlock,Loc.Cit
[13] Mutiah,2012. Psikologi Anak, Kencana Prenada Media Group:Jakarta, hlm.165
[14] Hurlock,Op.Cit. hlm,161
[15] Ibid.hlm,161  

0 komentar:

Posting Komentar

Kelompok Sosial

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang memiliki keistimewaan  berupa perasa...

 
Widya's World Blogger Template by Ipietoon Blogger Template