A.
Pengertian
Psikologi
Kata
psikologi berasal dari bahasa Yunani,yaitu psyche
dan logos. Psyche berarti atau nafas,karena mahluk hidup yang memiliki
roh/nafas. Sedangkan logos berarti
ilmu atau pelajaran.[1]
Dalam
bahasa Arab,psikologi sering kali disebut dengan “ilmu nafs” yang berarti “ilmu
jiwa”. Kata nafs dalam bahasa
Arab mengandung arti jiwa,roh,darah,jasad,orang dan diri[2]
B. Pengertian Psikologi Anak
Psikologi
anak adalah bagian dari ilmu psikologi perkembangan yang khusus mempelajari
tahap perkembangan anak. Aspek yang dipelajari meliputi aspek pertumbuhan dan
kematangan anak dari sisi kognisi,emosi maupun struktur kepribadiannya[3]
C. Perkembangan Fisik Pada Ahkir Masa
Anak-Anak
Tinggi,kenaikan
tinggi per yahun adalah 2 sampai 3 inci. Rata-Rata anak perempuan sebelas tahun
mempunyai tinggi badan 58 inci dan anak laki-laki57,5 inci
Berat,kenaikan
berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi,berkisar antara 3 dan 5 pon
pertahun. Rata – rata aak perempuan sebelas tahun mempunyai berat badan 88,5
pon dan anak laki-laki 85,5 pon
Gigi,pada
permulaan pubertas umumnya seorang anak sudah mempunyai dua puluh gigi tetap.
Kempat gigi terahkir yang disebut kebijaksaan muncul saat remaja.[4]
D. Tugas Perkembangan Masa Anak
Tugas
Perkembangan Menurut Hurlock :
1. Mempelajari
keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum
dilakukan anak-anak.
2. Membangun
sikap yang sehat mengenal diri sendiri sebagai individu yang sedang tumbuh.[5]
3. Belajar
menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya.
4. Mulai mengembangkan peran sosial pria dan
wanita secara tepat
5. Mengembangkan
keterampilan-keterampilan dasar untuk baca,menulis,berhitun
Tugas Perkembangan Menurut Collins :
1. Aspek
Fisik : Meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot,yaitu meningkatan kemampuan
beberapa aktivitas dan tugas fisi
2. Aspek
Kognisi : Pada taraf operasional konkret,berfokus pada kejadian saat
ini,menambah pengtahuan dan ketrampilan baru,mengembangkan perasaan mampu (self
efficacy)
3. Aspek
Sosial : Mencapai bentuk relasi yang tepat dengan keluarga,teman dan
lingkungan,mempertahankan harga diri yang sudah dicapai,mampu mengkomprompikan
antara tuntunan individualime dengan tuntutan konformitas dan mencapai
identitas yang memadai atau adekuat
E. Perkembangan Emosi
Aspek
emosi mengalami perkembangan yang signifikan pada periode anak. Seiring
pertambahan usia,kemampuan amak untuk mengenali emosinya sendiri semakin
menyadari tentang perasaannya sendiri dan perasaan orang lain[6]
Dari
pengalaman amak mengetahui bagaimana anggapan orang lain tentang berbagai
bentuk ungkapan emosional. Dalam keinginan berbagai bentuk yang ternyata sosial
tidak diterima,anak-anak mulai mengungkapkan amarah dalam bentuk murung
menggerutu dan bergai ungkapan kasar.[7]
F. Perkembangan Sosial
Berdasakan
teori Erikson tentang perkembangan psiko-sosial,masa kanak kanak yaitu
lanjut,yaitu industry vs inferiority.
Pada tahap ini anak-anak ingin memasuki dunia lebih luas hal pengetahuan dan
perkejaan[8]
G. Perkembangan Seksual
Berdasarkan
teori Freud tentang perkembangan psiko-sosial,anak-anak pada usia ini masuk ke
tahap laten. Tahap ini sering disebut sebagai tahap tenang[9],karena
dibandingkan ciri-ciri pada tahap sebelumnya,anak-anak pada periode ini relatif
kalem. Saat ini dorongan seksual cendrung ditekan. [10]Anak-anak
mengahlikan pikiran mereka pada aktivitas sekolah dan bermain bersama
teman-temannya.
H. Minat dan Kegiatan Bermain Pada
Ahkir Masa Kanak-Kanak
Bermain
konsturktif yaitu,Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja,tanpa
memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan yang populer diantara anak-anak yang lebih
besar. Menggambar,melukis dan membentuk tanah liat berangsur-angsur. Kurang
disenangi dengan berjalannya masa kanak-kanak.[11]
Mengumpulkan
sebagai sesuatu bentuk bermain dengan berjalannya masa kanak-kanak. Pada mulanya
seperti halnya anak anak yang lebih muda,anak yang lebih besar mengumpulkan
setiap hal yang menarik perhatiannya seperti karang,tutup botol,kartu-kartu
baseball dan sebagainya. Berangsur-angsur ia lebih selektif,memusatkan
barang-barang yang bagus atau berbeda apa yang dikumpulkan teman-teman sebaya
nya[12]
Bermain
dengan huruf atau bahasa,proses anak memahami,menghubungkan dan mengutarakan
pengetahuannya dalam bentuk bahasa yang ekspresif,akan menentukan keterampilan
bahasanya. Dengan kebiasaan-kebiasaan dan keterampilan mendengarkan dan
berbicara secara santun saat mendengarkan atau berbicara dengan orang lain.[13]
Anak-anak
yang lebih besar tidak puas lagi memainkan jenis-jenis permainan yang sederhana
dan tidak teridenderensiasi,yang merupakan permainan pada masa awal kanak-kanak[14].
Ia ingin memainkan permainan yang bersifat olahraga seperti sepak
bola,bulutangkis dan lain sebagainya. Pada saat anak berusia sepuluh
tahun,permainan yang bersifat persaingan,dengan pokok perhatian dan keunggulan
tidak semata-mata pada kegembiraan adalah satu permainan kesukaannya.[15]
[1] Mutiah,2012. Psikologi Bermain Anak Usia Dini, Kencana
Perdana Media Group:Jakarta, hlm.1
[2] Mutiah,Loc.Cit
[3] Nurhayanti,2008. Psikologi Anak, PT Indeks:Jakarta,
hlm.30-31
[4] Hurlock,2015. Psikologi Perkembangan, Erlangga:Jakarta,
hlm.149
[5] Nurhayanti,Op.Cit. hlm.50
[6] Nurhayanti,2008. Psikologi Anak, PT Indeks:Jakarta,
hlm.42
[7] Hurlock,2015. Psikologi Perkembangan, Erlangga:Jakarta,
hlm.154
[8] Nurhayanti,Op.Cit. hlm,44
[9] Nurhayanti,Loc.Cit
[10] Ibid.hlm,45
[11] Hurlock,2015. Psikologi Perkembangan, Erlangga:Jakarta,
hlm.160
[12] Hurlock,Loc.Cit
[13] Mutiah,2012. Psikologi Anak, Kencana Prenada Media
Group:Jakarta, hlm.165
[14] Hurlock,Op.Cit. hlm,161
[15] Ibid.hlm,161


